EDITORIAL POLICIES
Article Processing Charges (Author Fees)
SUBMISSION
|
Nama Jurnal |
: |
Suarasa Loka: Jurnal Pengabdian Berbasis SDGs |
|
Nama Pendek |
: |
SL |
|
Kependekan |
: |
Sua. Loka |
|
Frekuensi terbit |
: |
Dua kali dalam setahun, bulan Juni dan bulan Desember |
|
Chief Editor |
: |
Dr. Agus Riyanto, S.IP., M.Si |
|
Penerbit |
: |
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Wahid Hasyim |
Arti dan Filosofi Nama Jurnal
Makna per kata
|
Kata |
Asal |
Arti |
|
Suara |
Indonesia/Sansekerta |
Bunyi, ekspresi, reprentasi aspirasi |
|
Rasa |
Indonesia/Sansekerta |
Perasaan, empati, kesadaran sosial |
|
Loka |
Sansekerta |
Dunia, ruang, tempat, komunitas |
Makna Keseluruhan
Secara keseluruhan, Suarasa Loka dapat dimaknai sebagai: “Ruang di mana suara dan rasa berpadu dalam keberdayaan komunitas.” Nama Suarasa Loka dapat dimaknai sebagai resonansi filosofis dan kultural yang menggabungkan elemen "suara" (representasi aksi dan ekspresi) dengan "rasa" (empati, kepekaan sosial), serta "loka" (ruang, komunitas, dunia).
Nama ini mencerminkan:
Nama Suarasa Loka selaras dengan semangat pengabdian masyarakat berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Tentang Jurnal — Suarasa Loka: Jurnal Pengabdian Berbasis SDGs
Suarasa Loka adalah jurnal akademik yang menerbitkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Jurnal ini menjadi wadah bagi para akademisi, praktisi, dan komunitas untuk mendokumentasikan praktik transformatif, kolaborasi lintas disiplin, dan inovasi sosial yang mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan di tingkat lokal maupun global.
Jurnal ini menyambut kontribusi yang merefleksikan rasa sosial, kebermaknaan lokal (loka), dan keberdayaan komunitas melalui pendekatan berbasis ilmu, budaya, dan teknologi.
Scope dan Fokus
“Suarasa Loka: Jurnal Pengabdian berbasis SDGs” memiliki ruang lingkup interdisipliner yang mencakup, namun tidak terbatas pada:
1. Pengabdian Berbasis SDGs
2. Inovasi Sosial dan Teknologi
3. Penguatan Kapasitas Komunitas
4. KKN dan Program Terintegrasi
5. Pengembangan Kebijakan dan Praktik