Pelatihan Pembuatan Kuas dari Serat Gedebok Pisang (Musa paradisiaca) di Desa Medono Kecamatan Boja Kabupaten Kendal

Authors

  • Rita Dwi Ratnani Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Indonesia Author
  • Agung Riyantomo Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Indonesia Author
  • Indah Hartati Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Indonesia Author
  • Yuni Warniyati Jurusan Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Indonesia Author
  • Hanik Atiqoh Jurusan Pendidikan Dokter, Fakultas Farmasi, Universitas Wahid Hasyim, Semarang Indonesia Author
  • Saila Rohmawati Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Indonesia Author
  • Gisca Karin Manora Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.31942/4vawhe77

Keywords:

Serat alam, gedebok pisang, kuas halal, pemberdayaan masyarakat, SDGs

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Medono, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, dilaksanakan melalui pelatihan pembuatan kuas dari serat gedebok pisang (Musa paradisiaca). Latar belakang kegiatan ini adalah melimpahnya tanaman pisang di wilayah tersebut, sementara bagian gedebok sering dianggap limbah. Di sisi lain, kebutuhan kuas terus meningkat, namun produk komersial yang beredar banyak menggunakan bulu hewan, termasuk bulu babi, yang menimbulkan keraguan status kehalalannya. Pelatihan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai serat alam, titik kritis kehalalan kuas, serta keterampilan praktis pembuatan kuas dari serat pisang. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi, dan praktik langsung oleh 32 peserta ibu-ibu PKK. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi peserta, dengan produk kuas sederhana yang dihasilkan dari serat pisang kering. Serat gedebok pisang memiliki sifat fisik yang mendukung, seperti kelenturan tinggi, serat panjang, dinding sel tipis, dan berat jenis rendah, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi bahan baku kuas maupun produk komposit lain. Kegiatan ini berkontribusi pada pengurangan limbah pertanian, peningkatan keterampilan masyarakat, serta pembukaan peluang usaha baru yang ramah lingkungan, halal, dan bernilai ekonomi. Dengan demikian, kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs, khususnya pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi desa.

Downloads

Published

2026-06-30